Informasi Seputar Pendidikan

Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional

Ketentuan-ketentuan prosedural dalam penyelesaian sengketa melalui mahkamah internasional berada diluar kekuasaan negara-negara yang bersengketa. Ketentuan-ketentuan tersebut terdapat dalam statuta mahkamah internasional Bab III. Berikut ini. Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional yaitu.

Sesuai pasal 26 statuta, mahkamah dari waktu kewaktu dapat membentuk satu atau beberapa kamar yang terdiri dari tiga atau lebih hakim untuk memeriksa kategori tertentu, seperti kasus-kasus perburuhan atau masalah-masalah yang berkaitan dengan transit dan komunikasi.

Berikut yang perlu anda ketahui berkait dengan prosedur penyelesaian sengketa oleh mahkamah internasional.

a. Wewenang Mahkamah Internasional

Mahkamah internasional berwenang untuk mengambil tindakan sementara dalam bentuk ordonasi. Tindakan ini bertujuan melindungi hak dan kepentingan pihak-pihak yang bersengketa sambil menunggu keputusan dasar atau penyelesaian lain yang akan ditentukan mahkamah internasional secara definitif.

b. Penolakan hadir di mahkamah Internasional

Dalam suatu persengketaan, kadang salah satu pihak yang bersengketa tidak hadir, hal ini telah diatur dalam pasal 53 statuta yang menyatakan bahwa jika sikap salah satu pihak tidak muncul disalah satu mahkamah internasional atau tidak mempertahankan perkaranya, pihak lain dapat meminta mahkamah internasional mengambil keputusan untuk mendukung tuntutannya. Kasus seperti ini pernah terjadi, contohnya kasus perancis dalam peristiwa uji coba nuklir (20 Desember 1974).

Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional


Dalam menyelesaikan sengketa internasional, cara mahkamah internasional mengambil keputusan adalah dengan suara mayoritas dari hakim-hakim yang hadir. Apabila hasilnya terdiri dari tiga bagian. pertama, berisi komposisi mahkamah internasional, informasi mengenai pihak-pihak yang bersengketa serta wakil-wakilnya, analisis mengenai fakta-fakta, dan argumentasi pihak-pihak hukum yang bersengketa. Kedua, berisi penjelasan mengenai motivasi mahkamah internasional. Pemberian motivasi mahkamah internasional merupakan suatu keharusan karena penyelesaian yurisdiksional sering merupakan salah satu unsur penyelesaian yang lebih luas dari sengketa. Oleh karena itu, perlu dijaga sensibilitas pihak-pihak yang bersengketa. Bagian ketiga berisi dispositif. Dispositif ini berisikan keputusan mahkamah internasional yang mengikat negara-‘negara yang bersengketa

Apabila suatu keputusan tidak mewakili seluruh atau hanya sebagian dari pendapat bulat para hakim, hakim-hakim yang lain berhak memberikan pendapat secara terpisah (pasal 57 statuta). Pendapat terpisah ini disebut dissendting opinion (pendapat seorang hakim yang tidak menyetujui suatu keputusan tersebut). Dengan kata lain, pendapat terpisah adalah pendapat hakim yang tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh kebanyakan hakim. Peraturan resmi pendapat terpisah akan melemahkan kekuatan keputusan mahkamah internasional, tetapi dilain pihak akan menyebabkan para hakim lebih berhati-hati dalam memberikan motif keputusan mereka.

Itulah tadi sedikit informasi yang bisa saya sampaikan tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu
Tags :

Populer Lainnya : Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional

0 comments:

Post a Comment