Informasi Seputar Pendidikan

Menghargai keputusan Mahkamah Internasional dalam sengketa internasional

Mahkamah internasional bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap kasus yang diajukan kepada mahkamah internasional oleh negara yang menerima yuridiksi mahkamah internasional.

Mahkamah internasional dengan kesepakatan segara yang bersengketa bisa mengajukan keputusan-keputusan ex aequo et bono yang didasarkan apa keadilan serta kebaikan dan bukan pada hukum. Keputusan mahkamah internasional dipdapatkan dari suara terbanyak yang tidak dapat dibanding. Berikut ini Menghargai keputusan Mahkamah Internasional dalam sengketa internasional yaitu.

Hasil keputusan mahkamah internasional diharap\kan menjadi keputusan final yang mampu mewujudkan keadilan bagi pihak yang berperkara. Hasil ini harus diterima dan dilaksanakan oleh pihak-pihak yang bersengketa. Mengenai hal tersebut diatur dalam piagam PBB dalam pasal 94 yang menjelaskan hal-hal sebagai berikut.

  1. Tiap-tiap negara anggota PBBharus melaksanakan keputusan Mahkamah internasional dalam sengketa.
  2. Jika negara yang bersengketa tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh Mahkamah internasional kepadanya, negara pihak lain dapat mengajukan persoalannya kepada dewan keamanan. Kalau perlu, dapat membuat rekomendasi-rekomendasi atau memutuskan tindakan-tindakan yang akan diambil supaya keputusan tersebut dapat dilaksanakan.

Penyelesaian sengketa oleh Mahkamah internasional bisa menghasilkan tiga kemungkinan, yaitu pertama tercapai sebuah kesepakatan sebelum proses berakhir. Kedua, pihak yang berperkara menarik diri dari proses beracara tersebut dan ketiga Mahkamah internasional memutuskan kasus tersebut berdasarkan pertimbangan dari proses persidangan yang telah dilakukan.

Semua pihak yang terlibat sengketa ataupun lembaga yang berwenang menanganinya akan melakukan upaya demi terwujudnya keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam sengketa tersebut.

Namun, harus kita akui bahwa untuk mencapai keadilan bagi kedua belah pihak memang tidak mudah. Setiap keputusan pasti akan memberikan keuntungan disatu pihak memang kerugian dipihak lain. Namun, karena setiap keputusan telah melalui berbagai pertimbangan, bagi kedua belah pihak harus bersedia menerima serta melaksanakan hasil keputusan tersebut dengan ikhlas dan tanggung jawab.

Menghargai keputusan Mahkamah Internasional dalam sengketa internasional


Seperti itulah yang kita alami saat mengalami persengketaan dengan Malaysia. Sengketa tersebut mempermasalahkan tentang kepemilikan pulau sipadan dan pulai ligitan. Setelah sekian lama, kasus ini tak kunjung selesai, akhirnya kedua negara sepakat membawa masalah ini ke Mahkamah internasional.

Untuk kasus ini, mahkamah internasional menjadikan tiga hal sebagai kriteria pembuktian, yaitu pertama kehadiran terus menerus di pulau tersebut. Kedua, pendudukan yang efektif dan ketiga, pemeliharaan ekologi.

Dengan mendasarkan kepada ketiga kriteria tersebut, Mahkamah internasional mengeluarkan keputusan bahwa kedua pulau tersebut menjadi milik malaysia. Keputusan ini dikeluarkan pada tanggal 17 Desember 2002.

Keputusan tersebut terkesan lebih menguntungkan pihak malaysia. Namun, setiap pihak telah menyadari bahwa Mahkamah internasional telah berupaya untuk memutuskan perkara ini dengan seadil mungkin dan proses peradilan pun telah dijalankan secara transparan serta penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban untuk kedua belah pihak untuk menerima dan melaksanakan hasil Mahkamah internasional. Apabila ada pihak yang tidak melaksanakan hasil keputusan Mahkamah internasional, akan menerima konsekuensi yang tidak mengenakkan.

Secara tidak langsung, hal tersebut merupakan sanksi tambahan bagi suatu negara yang berdampak bagi warga negaranya. Contoh dampak tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Dikucilkan dari pergaulan internasional.
  2. Diberlakukan trevel warning (peringatan bahaya berkunjung kenegara tertentu) terhadap warga negaranya.
  3. Pengalihan investasi atau penananman modal asing.
  4. Pemutusan hubungan diplomatik.
  5. Pengurangan bantuan ekonomi.
  6. Pengurangan tingkat kerja sama.
  7. Pemboikotan produk ekspor.
  8. Embargo ekonomi.

Selain pertimbangan tersebut, kita harus memikirkan kelanjutan hubungan bilateral dengan negara malaysia. Dengan hasil keputusan secara damai ini, krdua negara telah menunjukan sikap yang penuh keberanian dan tanggung jawab. Kelak, hal ini menjadi warisan bagi generasi mendatang bahwa pemimpin dari kedua negara telah menunjukan teladan bagi rakyat dalam upaya penyelesaian sengketa secara damai dan berwibawa. Itulah tadi sedikit informasi yang bisa saya sampaikan tentang Menghargai keputusan Mahkamah Internasional dalam sengketa internasional semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu
Tags :

Populer Lainnya : Menghargai keputusan Mahkamah Internasional dalam sengketa internasional

0 comments:

Post a Comment