Informasi Seputar Pendidikan

Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Sebuah Karangan

Paragraf adalah bagian karangan yang mengandung ide pokok dan merupakan satu kesatuan antar kalimat. Paragraf dapat berasal dari bab atau kesatuan berupa sebuahn karangan yang lengkap. Paragraf merupakan kesatuan yang lebih kecil dari suatu karangan. Paragraf harus menunjukkan hubungan antar paragraf yang satu dengan yang lainnya sehingga bersama-sama membentuik suatu kesatuan yang lebih besar. Dengan kata lain harus ada perkembangan dan perpaduan yang baik antara paragraf yang satu dengan yang lain. Dalam materi kali ini saya akan membahas tentang Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Sebuah Karangan selengkapnyasilahkan baca disini.


Menulis Kreatif


Sebuah karangan terdiri dari kataa, kalimat, dan paragraf membentuk sebuah kesatuan yang utuh dan membahas suatu gagasan atau topik. Mengarang adalah pekerjaan merangkai atau menyusun kata, frasa, kalimat, atau paragraf menjadi sebuah karangan. Mengarang dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

Menentukan Topik

Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Sebuah Karangan


Topik merupakan garis besar ide yang akan dibahas atau di ungkapkan dalam karangan. Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber, terutama dari pengalaman yang terjadi, dilihat, didengar, atau dibaca.

Membatasi Topik

Topik yang telah ditentukan kemudian dibatasi, atau dipersempit ruang lingkupnya. Tujuan mempersempit topik adalah agar pembahasan masalah dalam karangan tidak melebar.

Menetukan Tujuan Membuat Karangan

Tujuan karangan merupakan maksud penulis atau pengarang dalam mengarang. Tujuan dapat berkaitan dengan bentu karangan yang akan dibuat. Banyak hal yang dapat dijadikan tujuan, seperti meyakinkan, membujuk, menjelaskan, melukiskan, atau menceritakan. Jika tujuannya untuk meyakinkan pilih karangan argumentasi atau persuasi.

Contoh tujuan pada karangan berbentuk narasi adalah sebagai berikut.

Tema: Kisah usaha seorang ayah yang ingin membelikan seragam bagi anaknya.

Tujuan: Menggunakan simpati pembaca untuk ikut memikirkan betapa susahnya hidup orang tidak mampu yang benar-benar ingin sekolah.

Menentukan Jenis Karangan Berdasarkan Tujuannya

Jenis-jenis karangan adalah sebagai berikut.

a. Karangan Narasi atau Cerita

Narasi merupakan karangan yang menyajikan suatu objek atau suatu masalah dengan cerita yang urut secara kronologis sehingga pembaca seakan-akan mengalami masalah itu sendiri.

b. Karangan Deskripsi atau Penggambaran

Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang, atau tempat sesuai dengan objek yang sebenarnya sehingga pembaca atau pendengar seperti benar-benar melihat atau merasakan sendiri.

c. Karangan Eksposisi atau Pemaparan

Karangan eksposisi adalah karangan yang berisi pemaparan terhadap suatu konsep, gagasan, atau ide, dengan tujuan menguraikan, mengupas, atau menerangkan sesuatu yang menambah pengetahuan atau wawasan pembaca. Karangan ini kadang disertai dengan penambahan bentuk-bentuk visual, seperti grafik, bagan, atau denah.

d. Karangan Argumentasi

Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat mengenai suatu hal yang disertai alasan-alasan yang logis dan sistematis, serta penyajian bukti-bukti dengan tujuan memengaruhi pembaca untuk meyakini atau menyetujui pendapat tersebut. Karangan ini bersifat objektif.

e. Karangan Persuasi

Karangan persuasi adalah karangan yang berisi uraian mengenai sikap, pendapat, gagasan, dan perasaan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang diuraikan.


Menentukan Pokok Pikiran yang Akan Dikembangkan


Topik yang ditentukan tersebut dibagi lagi menjadi topik yang menjadi gagasan utama atau pokok pikiran setiap paragraf. Pokok-pokok pikiran ditentukan berdasarkan dan disesuaikan dengan topik yang sudah ditentukan.

Contoh: Masalah sampah yang dihadapai kota besar
Tujuan: Memberiikan penjelasan kepada masyarakat mengenai masalah sampah yang terjadi di kota besar.

Pokok pikiran paragraf 1: Jenis-jenis sampah yang terdapat di kota.
Pokok pikiran paragraf 2: Sebab-sebab adanya masalah sampah.
Pokok pikiran paragraf 3: cara menanggulangi sampah.

Membuat Kerangka Karangan

Contoh kerangka karangan sebagai berikut.

Topik: Masalah sampah yang dihadapi kota besar.
Tujuan: Memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai masalah sampah yang terjadi di kota besar.

Pokok pikiran paragraf 1: Jenis-jenis sampah yang terdapat di kota.

a. Sampah organik
b. Sampah anorganik

Pokok pikiran paragraf 2: Sebab-sebab adanya sampah

a. Pembuangan sampah yang sembarangan.
b. Penumpukan sampah di rumah warga atau pasar-pasar.
c. Keterbatasan petugas dan fasilitas yang menangani sampah.

Pokok pikiran paragraf 3: Cara menanggulangi masalah sampah.

a. Perbaikan fasilitas penanganan sampah.
b. Membuang sampah dengan membedakan jenis sampah.
c. Memillih teknik pengolahan sampah yang tepat.

Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Karangan
Dari kerangka karangan, karangan dapat dikembangkan dengan sistematis. Setiap topik atau gagasan pokok yang ada dalam karangan dijabarkan menjadi paragraf. Di dalam peragraf, terdapat satu pokok pikiran yang tertuang menjadi kalimat utama. Kalimat utama dapat berada di awal paragraf, dapat juga di akhir tergantung pada pola pengembangan yang dipilih. Jika berada di awal disebut paragraf deduktif, jika di akhir disebut induktif. Kkalimat utama juga bisa berada di awal dan di akhir paragraf.

Itulah tadi sedikit informasi yang bisa saya sampaikan tentang Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Sebuah Karangan semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda.
Author: Uswatun Nakiyah Title: Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Sebuah Karangan Rating: 4.5
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu

Populer Lainnya : Mengembangkan Kerangka Karangan Menjadi Sebuah Karangan

0 comments:

Post a Comment