Informasi Seputar Pendidikan

Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial tidak terjadi begitu saja semua memiliki syarat-syarat agar interaksi sosial dapat terjadi, Bayangkan kalian sedang berdiri di trotoar menunggu bus kota yang akan menuju sekolahmu. dari jauh tampak sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seseorang yang mengenakan seragam sekolah seperti seragammu?. Timbul rasa penasaranmu, siapa dia? Mungkinkah teman sekelasmu? atau mungkin kakak kelasmu?.

Tepat didepanmu, dia memanggil namamu sambil melambaikan tangan rupanya dia mengenalmu. Dia tersenyum kepadamu. Secara spontan kamu membalas sapaan itu dengan hangat. ternyata dia teman sekelasmu. Peristiwa di atas menunjukkan telah terjadi interaksi antara dirimu dengan teman sekelasmu tersebut. Demikian pula ketika bung karno menjenguk Bung hatta yang sedang dirawat dirumah sakit. Nah, dalam materi kali ini saya akan membahas tentang Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial untuk lebih jelasnya yuk baca disini.Faktor-Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Interaksi sosial dilandasi oleh beberapa faktor, baik faktor dari dalam diri manusia itu sendiri maupun faktor dari luar manusia. Faktor dari dalam manusia meliputi:
  • Dorongan kodrati sebagai makhluk sosial.
  • Dorongan untuk memenuhi kebutuhan.
  • Dorongan untuk mengembangkan dan memengaruhi orang lain melalui imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati.
Faktor dari luar manusia adalah dorongan rasa ingin tahu yang menyebabkan manusia berinteraksi dengan sesamanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya tersebut. Faktor-faktor itu dapat berdiri sendiri, tetapi dapat juga berkaitan satu sama lain tergantung situasi dan kondisi.

a. Imitasi

Imitasi adalah tindakan meniru sikap, cara bicara, perilaku, atau penampilan seseorang. Menurut Chorus imitasi terjadi bila ada minat terhadap objek atau subjek yang ditiru dan ada sikap menghargai, mengagumi, dan memahamisesuatu yang ditirunyaitu. Misalnya, seorang anak memiliki potongan rambut bergaya tokoh kartun Tin-Tin yang disukainya. Imitasi berdampak positif apabila yang ditiru adalah individu atau kelompok berperilaku baik menurut masyarakat. Akan tetapi, sebaliknya, imitasi berdampak negatif apabila individu atau kelompok yang ditiru berperilaku tidak baik menurut pandangan masyarakat faktor imitasi dapat mendorong eseorang untuk memusuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku, tetapi juga bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal negatif, sebab yang ditiru mungkin tindakan-tindakan yang menyimpang.

b. Sugesti

Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial


Sugesti adalah tinakan seseorang untuk memengaruhi orang lain agar menerima pandangan atau sikap yang dipanutnya. Pada umumnya sugesti ini diperoleh dari hal-halberikut.
  • Orang yang berwibawa seperti ulama, kyai, dai, orang tua dan pemimpin negara
  • Orang yang mempunyai kedudukan tinggi, seperti presiden, wakil presiden, panglima TNI, gubernur, bupati dan lain sebagainya.
  • Kelompok selebriti seperti arttis film, penyanyi, penari.
  • Iklan di mediamassa, bak media cetak maupun elektronik.
  • Kelompok mayoritas atau yang berkuasa terhadap kelompok minoritasyang dikuasai.
Faktor ini berlangsung kalau seseorang memberi sesuatu pandangan yang berasal dari dirinya, yang kemudian diterima oleh pihak lain. Berlangsungnya sugesti, dapat juga terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi.

c. Indentifikasi

Indentifikasi adalah kecenderungan seseorang untuk menjadikan dirinya sama dengan orang lain. Indentifikasi dapat membentuk kepribadian seseorang. Misalnya, seorang adik mendentifikasikan diri dengan kakaknya yang lulus ITB dengan predikat cum laude. Adik tersebut berlangsung dengan sendirinya ataupun dengan disengaja

d. Simpati

Simpati terjadi ketika seseorang merasa tertarik kepada orang lain. Rasa tertarik itu didorong oleh keinginan untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain. Ketika ada teman rumahnya kebanjiran, kita juga sedih dan berusaha membantunya. Didalam proses ini perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting. Proses simpati akan dapat berkembang jika terdapat saling pengertian pada kedua belah pihak.

e. Empati

Empati adalah perasaan keterkaitan yang mendalam kepada orang lain. Empati lebih dalam pengaruhnya dibanding dengan simpati. Contohnya, seseorang ibu merasa sangat sedih karena anaknya sakit keras. Ia selalu membayangkan penyakitdan penderitaan yang dialami anaknya itu sehingga si ibu jatuh sakit.

f. Motifasi
Motifasi adalah dorongan yang diberikan kepada seseorang individu kepada individu lainnya. Motivasi bertujuan agar orang yang diberi motifasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan. Selain dibritaukan kepada individu, motivasi juga dapat diberikan individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, dan kelompok kepada individu.

Nah, itulah tadi sedikit materi yang bisa saya sampaikan tentang Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu
Tags :

Populer Lainnya : Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial

0 comments:

Post a Comment