Informasi Seputar Pendidikan

Adab Berpergian Menurut Syariat Agama Islam

Rasulullah SAW menyatakan bahwa bepergian atau safar merupakan bagian siksaan. Di samping resiko lapar, dahaga, dan kurang istirahat, di dalam perjalanan juga terdapat resiko kecelakaan yang dapat menyebabkan terluka atau bahkan meninggal dunia. Oleh karena itu, seorang muslim harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan menjadikan setiap kepergiannya sebagai bagian dari amal saleh.

Bekerja, berbisnis, berdakwah, belajar, berbelanja untuk keperluan keluarga, ber-silaturrahim atau berkunjung ke rumah sahabat, menolong orang lain, beribadah ke masjid, haji dan umrah adalah bepergian yang tergolong amal saleh sepanjang dengan niat yang benar. Seorang muslim harus menghindari bepergian untuk melakukan maksiat. Nah, dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang Adab Berpergian Menurut Syariat Agama Islam untuk lebih jelasnya silahkan baca disini.

Adab dalam Berpergia

Tata Karma di Jalan Raya

Berpergian artinya pergi keluar rumah, baik untuk tujuan jarak jauh meupun jarak dekat. Islam mengatur bagaimana seorang muslim ppergi keluar rumah serta kembali ke rumah dengan senang dan damai. Dengan demikian, setiap muslim yang beriman harus memegang tuguh adab berpergian yang sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam hal berpergian (perjalanan) orang yang beriman hendaknya mentaati perintah Alllah Swt. Dan perintah rasul-Nya, serta mentaati perintah yang di tetapkan oleh pemerintah.

Perhatian firman Allah Swt. berikut.

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada rasul dan kepada pemangku kekuasaan diantaramu. (Q.S. An-Nisa’, 4: 59)

Seseorang dianggap bertata krama dalam perjalanan apabila ia menggunakan jalan umum atau jalan raya menaati undang-undang dan peraturan yang telah ditetapkan.

Adapun tata krama di jalan raya antara lain sebagai berikut.

Pejalan kaki hendaknya:

Adab Berpergian Menurut Syariat Agama Islam

  • Berjalan di sebelah kiri jalan dan di trotoar.
  • Menyebrang di jembatan penyebrangan atau zebra cross.
  • Menunggu lamu hijau bagi penyebrang atau saat yang aman untuk menyebrang, serta
  • Menjaga sopan santun dan tidak melakukan tindakan yang menganggu ketertiban umum, dan lain-lain.
Pengemudi kendaraan bermotor hendaknya:
  • Memperhatikan dan mentaati rambu-rambu lalu lintas.
  • Melengkapi kelengkapan kendaraan seperti SIM, STNK, dan hem.
  • Mengemudi dalam batas kecepatan yang sesuai dengan keadaan jalan raya, serta
  • Tidak membuang sampah sembarangan.
Tata Krama bagi penumpang Kendaraan Umum

Bagi para penumpang kendaraan umum hendaknya memperhatikan dan melaksanakan tata krama sebagai berikut.

  • Bermuka manis dan bertutur kata baik terhadap para penumpang lainnya.
  • Seorang penumpang kendaraan umum hendakna bersikap hormat kepada penumpang lainnya yang lebih tua, dan sayang kepada penumpang lain yang ebih muda.
  • Jika diperlukan sesama penumpang hendaknya saling menolong dalam kebaikan. Contoh, seorang penumpang yang berusia muda dan kuat yang memperoleh tempat duduk memberikan tempat duduknya kepada wanita hamil yang berdiri karena tidak memperoleh tempat duduk.
  • Jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang menganggu dan mungkin para penumpang lain.
Contoh Adab dalam Berpergian

Salah satu rutinitas hidup yang dijalankan manusia adalah berpergian. Adab berpergian menurut tuntunan Islam adalah sebagai berikut.
  • Disunahkan untuk berdoa pada waktu berangkat dan hendaknya berpamitan.
  • Jika hendak berpergian jauh disunahkan shalat dua rakaat.
  • Mempersiapkan bekal sebelum berangkat dan menggunakan kendaraan yang layak pakai.
  • Utamakn berpergian pada hari kamis dan berangkat pada pagi hari, seperti disebutkan dalam hadis Rasulullah saw. Berikut. Sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah berdoa “Ya Allah berkatillah umatku pada waktu pagi hari, dan apabila beliau mengirim pasukan, diberangkatkan pada pagi hari (H.R. Abu Daud dan Tarmuzi).
  • Apabila berperrgian bersama rombongan hendaknya mengangkat salah satu menjadi pemimpin rombongan.
  • Selama berpergian dianjurkan tolong-menolong dan dilarang berbuat kerusakan.
  • Segera ppulang apabila keperluan telah selesai dan lebih baik pulang pada siang hari.
  • Berdoa ketika tiba dari perjalanan dan salat sunah dua rakaat di masjid.
Nah itulah tadi sedikit informasi yang bisa saya berikan tentang Adab Berpergian Menurut Syariat Agama Islam semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.







Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu
Tags :

Populer Lainnya : Adab Berpergian Menurut Syariat Agama Islam

0 comments:

Post a Comment