Informasi Seputar Pendidikan

Pengertian Partisipasi Politik dan faktor-faktor Penyebabnya

Budaya politik partisipan merupakan salah satu tipe budaya politik yang ditandai dengan adanya kesadaran masyarakat sebagai bagian dari politik dan diwujudkan dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan politik, seperti pemilu dan lain-lain. Namun tahukah anda apa itu partisipasi politik? nah pasti banyak dari anda yang belum tahu, disini saya telah menulis artikel tentang Pengertian Partisipasi Politik dan faktor-faktor Penyebabnya untuk lebih jelasnya silahkan baca disini.

Peran Serta Budaya Politik Partisipan 

Budaya politik partisipan merupakan salah satu tipe budaya politik yang ditandai dengan adanya kesadaran masyarakat sebagai bagian dari politik dan diwujudkan dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan politik, seperti partai politik, pemilu dan lain-lain.

Berikut adalah definisi partisipasi politik menurut para ahli.
a. Herbert McClosky
Partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan suka rela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan umum.

Pengertian Partisipasi Politik dan faktor-faktor Penyebabnya

b. Mirriam Budiardjo
Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerintah.

c. Norman H. Nie dan Sidney Verba
partisipasi politik merupakan kegiatan pribadi warga negara yang legal, yang sedikit banyak langsung bertujuan memengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan/atau tindakan yang diambil oleh mereka.

d. Michael Rush dan Philip Althoff
Partisipasi politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem politik.

Adapun ciri-ciri warga ang berbudaya politik partisipan, antara lain sebagai berikut.

  • Warga memiliki kesadaran untuk taat pada peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan tanpa perasaan tertekan.
  • Warga menyadari adanya kewenangan atau kekuasaan pemerintah.
  • Warga memiliki pengetahuan dan kepekaan yang cukup terhadap masalah atau isu-isu mengenai kehiidupan politik negaranya.
  • Warga memiliki kesadaran akan peran, hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.
  • Warga mampu dan berani memberi masukan, gagasan, tuntutan, dan kritik terhadap pemerintah.

Ciri-Ciri Partisipasi Politik
Partisipasi politik memilliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Berupa kegiatan atau perilaku luar warga negara biasa yang dapat di amati, bukan perilaku batiniah berupa sikap dan orientasi.
  • Kegiatan itu diarahkan untuk memengaruhi pemerintah selaku pembuat dan pelaksana keputusan politik.
  • Kegiatan yang berhasil (efektif) ataupun yang gagal memengaruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik.
  • Kegiatan memengaruhi pemerintah dapat dilakukan secara langsung ataupun secara tidak langsung, kegiatan langsung berarti individu memengaruhi pemerintah tanpa menggunakan perantara., sedangkan kegiatan tidak langsung berarti inndividu memengaruhi pemerintah melalui pihak lain yang dianggap dapat meyakinkan pemerintah.
  • Kegiatan memengaruhi pemerintah dapat dilakukan baik melalui prosedur wajar (konvensional) dan tidak berupa kekerasan (nonviolence), seperti ikut memilih dalam pemilihan umum, mengajukan petisi, melakukan kontak tatap muka, dan menulis surat dengan cara-cara diluar prosedur yang wajar (tidak konvensional) dan berupa kekerasan (violence), seperti demonstrasi (unjuk rasa), pembangkangan halus (seperti leebih memilih kotak kosong daripada memilih calon yang disodorkan pemerintah), hura-hura, mogok, pembangkangan sipil, serangan bersenjata, serta gerakan-gerakan politik dan revolusi.

Faktor Penyebab Gerakan ke Arah Partisipasi yang Lebih Luas
Menurut Mayor Weiner terdapat lima penyebab timbulnya gerakan ke arah partisipasi lebih luas yaitu sebagai berikut.

  • Modernisasi dalam segala bidang kehidupan yang menyebabkan masyarakat makin banyak menuntut untuk ikut dalam kekuasaan politik.
  • Perubahan-perubahan struktur kelas sosial. Masalah siapa yang berhak berpartisipasi dan pembuat keputusan politik menjadi penting dan menyebabkan perubahan dalam pola partisipasi politik.
  • Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi masa modern. Ide demokratisasi partisipasi telah menyebar ke bangsa-bangsa baru sebelum mereka mengembangkan modrnisasi dan industri yang cukup matang.
  • Konflik antar kelompok pemimpin politik. Jika timbul konflik antar elit, yang dicari adalah dukungan rakyat. Terjadi erjuangan kelas penentang melawan kaum aristokrat yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
  • Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Meluasnya ruang lingkup aktivitas pemerintah sering merangsang timbulnya tuntutan-tuntutan yang teerorganisasi akan kesempatan untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan politik.
Demikian sedikit materi ang bisa saya sampaikan tentang Pengertian Partisipasi Politik dan faktor-faktor Penyebabnya semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang politik yang ada di negeri ini.


Author: Uswatun Nakiyah Title: Pengertian Partisipasi Politik dan faktor-faktor Penyebabnya Rating: 4.5
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu
Tags :

Populer Lainnya : Pengertian Partisipasi Politik dan faktor-faktor Penyebabnya

0 comments:

Post a Comment