Informasi Seputar Pendidikan

6 Agen Sosialisasi Budaya Politik di Indonesia

Untuk melakukan sosialisasi politik diperlukan agen sosialisasi. Namun apakah anda tahu apa saja Agen sosialisasi budaya politik? Nah, jika anda belum tahu disini saya telah menjelaskan sedikit materi tentang 6 Agen Sosialisasi Budaya Politik di Indonesia untuk lebih jelasnya silahkan baca disini.

Agen Sosialisasi Budaya Politik

Sosialisasi politik sangat penting karena dapat melestarikan kebudayaan politik suatu bangsa. Selain itu, dengan menurunkan suatu kebudayaan politik kepada generasi penerus, hal itu tentu dapat berguna untuk memelihara eksistensi kebudayaan tersebut. Untuk melakukan sosialisasi politik, diperlukan agen sosialisasi politik yaitu sebagai berikut.

a. Keluarga
Ketika seorang anak dilahirkan, lembaga pertama yang ia jumpai adalah keluarga. Di dalam keluarga anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mental, termasuk juga pengajaran dan penanaman nilai-nilai politik oleh oraang tua dan juga anggota keluarga yang lainnya. Hal yang paling sederhana yang diajarkan adalah otoritas orang tua yaitu kewajiban seorang anak untuk menghormati dan ptuh kepada orang tua atau anggota eluarga lain yang lebih tua. seorang anak juga diajarkan untuk mengambil keputusan sendiri . Hal ini dapat meningkatkan kemampuan serta kecakapan dalam hal politik. Keberaniannya dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan akan mengembangkan jiwa demokratis, sehingga suatu saat pengalaman politiknya dalam keluarga akan berguna dalam kehidupan bermasyarakat dan memungkinkan baginya untuk aktif berpartisipasi dalam pemerintahan.

b. Sekolah 
Seorang anak yang telah mencapai usia sekolah akan melanjutkan proses belajar dari keluarga yang masih bersifat dasar ke sekolah yang lebih bersifat khusus. Dengan kata lain, pengetahuan dan pembelajaran dari keluarga masih kurang untuk membekali anak bagi kehidupannya kelak. Sebagaai contoh, mata pelajaran yang diajarkan di sekolahyang merupakan sarana sosialisasi politik adalah pendidikan kewarganegaraan dan hal sejarah.

c. Kelompok Pergaulan
Keompok pergaulan juga turut mempengaruhi pemahaman/pengetahuan politik tiap individu. Kelompok pergaulan bisa berupa kelompok bermain anak-anak, kelompok persahabatan, atau kelompok kerja. Dalam sebuah kelompok pergaulan, perilaku/keyakinan tiaptiap individu cukup berpengaruh terhadap individu lain. Sebagai contoh, seseorang yang mengikuti salah satu partai politik atau mengidolakan tokoh politik tertentu, anggota kelompok lain cenderung mengikutinya karena suatu alasan tertentu.

d. Tempat Kerja
Di tempat kerja seperti perusahaan juga bisa menjadi sarana sosialisasi politik. Seseorang bisa terpengaruh pilihan sistem politik yang diyakini rekan kerjanya. Selain itu,biasanya di lingkungan kerja dibentuk organisasi-organisasi baik formal maupun nonformal, misalnya serikat kerja dan serikat buruh. Bagi individu yang menjadi anggota tersebut akan menggunakan kelompok itu sebagai referensi dalam kehidupan politiknya.

6 Agen Sosialisasi Budaya Politik di Indonesia

e. Media Massa
Kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi semakin berkembang dan meluas di berbagai kalangan masyarakat. Mereka mencari informasi di berbagai bidang dari dalam maupun luar negeri. Hal itu kini bisa terpenuhi dengan makin canggihnya teknologi media massa, karena berbagai jens media massa seperti surat kabar, televisi radio, dan internet kini telah merambah di berbagai kalangan masyarakat dengan informasi yang varitif dari dalam maupun luar negeri, bahkan peristiwa yang sedang terjadipun dapat kita saksikan secara langsung.

f. Kontak Politik Langsung
Kontak politik langsung diartikan sebagai pemahaman nyata yang dirasakan oleh seseorang dalam kehidupan politik. Ketika seseorang telah mempunyai keyakinan politik terhadap suatu hal, emudian ia mengalami suatu kenyataan yang berbanding terbalik, sia-sialah semua yang telah ia yakini, misalnya kita sejak dini selalu ditanamkan bahwa pejabat pemerintah bekerja untuk kepentinngan rakyat sehingga kita mempunyai anggapan positif terhadap pemerintah. Namun suatu ketika, kita mendengar adanya kasus yang melibatkan pejabat di daerah tempat tinggal kita. Maka secara otomatis kepercayaan dan keyakinan politik kita akan berubah drastis, atau bahkan kemungkinan terburuk dari kondisi ini adalah keengganan masyarakat untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti enggan mengikuti pemilu/pilkada.

Itulah Informasi yang bisa saya sampaikan tentang 6 Agen Sosialisasi Budaya Politik di Indonesia semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi anda semua yang membaca artikel ini.
Author: Uswatun Nakiyah Title: 6 Agen Sosialisasi Budaya Politik di Indonesia Rating: 4.5
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu
Tags :

Populer Lainnya : 6 Agen Sosialisasi Budaya Politik di Indonesia

0 comments:

Post a Comment