Informasi Seputar Pendidikan

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Halo sobat, kali ini saya berbagi ilmu mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan. Apakah sobat sudah pernah tahu tentang pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan? Nah, kalau belum tahu, baca artikel berikut.

Pengertian Pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (di antaranya volume, massa, dan tinggi) pada makhluk hidup. Contoh pertambahan tumbuhan yaitu tinggi batang dan jumlah daun. Pertumbuhan ini bersifat irreversible (tidak dapat balik).

Pertumbuhan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan yang bersifat meristematis, contohnya pada ujung batang. Pada pembelahan tersebut dari satu sel akan dihasilkan dua sel anakan. Sel-sel anakan tersebut mempunyai sifat genetik yang sama dengan induknya.

Pertumbuhan di bagi menjadi lima fase yaitu :
  1. Fase lag (pertumbuhan lambat, sel-sel yang membelah hanya sedikit).
  2. Fase eksponensial (pertumbuhan mencapai maksimum, sel-sel yang aktif membelah dan mengalami elongasi).
  3. Fase pertumbuhan lambat (petumbuhan konstan, melambat).
  4. Fase stasioner (pertumbuhan terhenti atau nol, ukuran tumbuhan sudah tidak mengalami perubahan).
  5. Fase kematian (pertumbuhan mengalami penuaan).
Perkembangan merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat kematangan atau kedewasaan makhluk hidup. Perkembangan merupakan proses kualitatif sehingga tidak dapat diukur. Contoh perkembangan pada tumbuhan yaitu munculnya bunga sebagai alat perkembangbiakan.

Tumbuhan mengalami pola-pola pertumbuhan seperti berikut.
a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas meristem apikal. Pada peristiwa ini terjadi proses pembelahan dan diferensiasi sel yang mengakibatkan akar dan batang tumbuh memanjang. Meristem apikal terdapat pada ujung batang dan ujung akar.
b. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosis pada jaringan meristem sekunder (meristem lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar menjadi bertambah besar.
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Partumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
a. Faktor internal
Faktor internal merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan meliputi faktor intraseluler dan faktor interseluler.
1) Faktor Intraseluler
Faktor intraseluler terdapat didalam sel tumbuhan, Contohnya gen. Gen merupakan faktor pembawa sifat dari induk kepada anaknya.
2) Faktor Interseluler
Faktor interseluler yang dilepaskan oleh sel untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan yaitu hormon. Hormon pada tumbuhan disebut fitohormon. Hormon tumbuhan (fitohormon) yaitu sebagai berikut.
1. Auksin
- Merangsang pemanjangan sel.
- Memacu dominasi tunas apikal (tunas di ujung batang).
- Merangsang pembentukan bunga dan buah.
2. Giberelin
- Memacu pertumbuhan batang (bolting/tumbuhan raksasa).
- Merangsang perkecambahan biji dan tunas.
- Merangsang perkembangan buah tanpa biji (partenokarpi).
3. Sitokinin
- Memacu pembelahan sel dan pembentukan organ.
- Menunda penuaan.
- Memacu perkembangan kuncup samping.
4. Asam Asbisat
- Menghambat pertumbuhan tunas.
- Dormansi biji
- Memacu pengguguran daun, bunga, dan buah.
5. Etilen
- Mempercepat pematangan buah.
- Merangsang pembungaan.
- Merangsang penuaan dan pengguguran daun.
6. Asam traumalin
Memacu pembentukan jaringan baru pada bagian yang luka yang terjadi pada tubuhnya (regenerasi)
7. Kalin
- Rhizokalin, (merangsang pertumbuhan akar).
- Filokalin, (merangsang pertumbuhan daun).
- Kaulokalin, (merangsang pertumbuhan batang).
- Anthokalin, (merangsang pertumbuhan bunga).


b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain :
1) Air, berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembapan, dan membantu perkecambahan biji.
2) Cahaya, berperan dalam proses fotosintesis, namun cahaya yang berlebihan menghambat kerja hormon auksin (hormon pertumbuhan).
3) Kelembapan, kelembapan udara yang tinggi akan dapat mendukung proses perkecambahan dan pertumbuhan. kondisi yang lembab mennyebabkan banyak air yang diserap oleh tumbuhan dan sedikit yang diuapkan. Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel.
4) Nutrien, adalah sumber energi dan sumbur materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Nutrien yang dibutuhkan tumbuhan bukan hanya CO2 dan H2O, tetapi juga unsur-unsur lainnya. CO2 diabsorpsi oleh daun, sedangkan H2O dan mineral diserap oleh akar. Unsur mineral yang diperlukan tumbuhan dibedakan menjadi dua macam yaitu:
- Makronutrien, yaitu unsur mineral yang diperlukan dalam jumlah yang besar. Contoh: C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg.
- Mikronutrien, yaitu unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang kecil. Contohnya: Fe, Cl, Cu, Zn, molibdenum, boron, dan nikel.
5) Suhu, tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik yang disebut suhu optimum. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah akan menghambat proses-proses tersebut.
6) Oksigen, oksigen diperlukan untuk proses respirasi aerob. Melalui proses tersebut, tumbuhan dapat memperoleh energi untuk pertumbuhannya.

Rasanya sudah cukup jelas penjelasannya mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan, semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih sudah membaca artikel ini.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu
Tags :

Populer Lainnya : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

0 comments:

Post a Comment