Informasi Seputar Pendidikan

Karakteristik dan Cara Pengelolaan Limbah B3

Keberadaan limbah masih saja menjadi masalah bagi semua orang terutama limbah B3,karena sifatnya yang beracun limbah jenis ini membutuhkan pengolahan yang tepat agar tidak merusak lingkungan.Namun,banyak dari kita semua yang belum mengetahui apa itu limbah B3 Karakteristik dan Cara Pengelolaan Limbah B3. Lalu apakah itu Limbah B3 dan bagaimana cara pengolahannya agar limbah ini tidak akan merusak lingkungan,bagi anada yang ingin tahu silahkan baca disini..

Karakteristik dan Cara Pengelolaan Limbah B3


Limbah B3 adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun,yang karena sifat dan konsentrasinya,baik secara langsung maupun tidak langsung merusak lingkungan hidup dan kesehatan manusia.

Karakteristik Limbah B3


Limbah B3 dapat diklasifikasikansebagai zat bahan yang mengandung satu atau lebih senyawa berikut.
a.Mudah meledak (explosive)
b.Pengoksidasi (oxidizing)
c.Amat sangat mudah terbakar (extremely flammable)
d.Sangat mudah terbakar (highly flammable)
e.Mudah terbakar (flammable)
f.Amat sangat beracun (extremely toxic)
g.Sangat beracun (highly toxic)
h.Beracun (moderately toxic)
i.Berbahaya (harmful)
j.Korosif (corrosive)
k.Bersifat mengiritasi (irritant)
l.Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)
m.Karsinogenik,dapat menyebabkan kanker
n.Teratogenik, dapat menyebabkan kecacatan janin
o.Mutagenik, dapat menyebabkan mutasi (mutagenic)

Bahaya dari masing-masing bahan yang tergolong libah B3 adalah sebagai berikut.

1.     Limbah mudah meledak yaitu limbah yang pada suhu dan tekanan standar dapat meledak melalui reaksi kimia dan fisika,dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitar.
2.     Limbah mudah terbakar dengan sifat sebagai berikut.
        a.Limbah cair yang mengandung alkohol akan menyala apabila terjadi kontak dengan api.
        b.Limbah bukan cairan yang pada temperatur standar dapat mudah menyebabkan kebakaran melalui gesekan,penyerapan uap air, atau perubahan kimia secara spontan dan apabila terbakar dapat menyebabkan kerusakan terus-menerus.
       c.Limbah yang bertekanan mudah terbakar.
       d.Limbah pengoksidasi.
3.     Limbah reaktif dengan sifat sebagai berikut.
        a. Limbah dalam keadaan normal tidak stabil dan menyebabkan perubahan tanpa peledakan.
        b. Limbah yang dapat bereaksi dengan air.
        c. Limbah yang apabila tercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan.
        d. Merupakan limbah sianida,sulfida, dan amonia.
        e. Limbah yang dapat meledak atau bereaksi dengan suhu dan tekanan standar.
        f. Limbah yang menyebabkan kebakaran karena menerima oksigen.
4.    Limbah beracun yaitu limbah yang mengandung pencemar yang brsifat racun bagi manusia dan lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau sakit.
5.    Limbah yang menyebabkan infeksi yaitu limbah kedokteran,laboratorium,atau limbah lain yang terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular.
6.    Limbah korosif yaitu limbah yang memiliki sifat dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan proses pengaratan pada lempeng baja.

Cara Pengelolaan Limbah B3

 Perencanaan sistem pengolahan limbah cair
1.pembuatan diagram alir proses.
2. Penentuan kriteria dan ukuran setiap UPL (unit oengolahan limbah).
3. Persiapan keseimbangan/neraca padatan.
4. Evaluais tekanan hidrrolik.
5. Peembuatan layout UPL

1. Stabilitas adalah proses penambahan suatu zat dan dicampur dengan limbah untuk meminimalkan kecepatan migrasi (perpindahan) limbah untuk mengurangi toksisitas dari limbah sehingga,stabilitas digambarkan sebagai proses dimana seluruh atau sebagian kontaminan terikat dengan menambahkan media,pengiat,atau pengubah.
Solidifikasi adalah proses menggunakan aditif berdasarkan sifat fisis alami dari limbah (seperti yang ditentukan sebagai kriteria teknis dari kekuatan,tekanan,dan/permeabilitas)digunakan selama proses.
Objek stabilitas dan soldifikasi untuk meredukasi toksisitas dan mobilitas limbah sebaik perbaikan kriteria teknis dalam material stabilisasi.
Peran Aditif dalam proses stabilisasi
-Memperbaiki cara penanganan dan karakteristik fisik limbah
-Mengurangi permukaan area yang dilalui dimana dapat memindahkan dan mengurangi kontamia yang terjaadi.
-membatasi kelarutan dari berbagai polutan yang ada di limbah.
-Mengurangi toksisitas dari kontaminan.
contoh bahan yang dapat digunakan untuk proses stabilitas/solidifikasi adalah semen,kapur (CaOH2) dan bahan termoplastik.

2. Metode Insinerasi (pembakaran) dapat diterapkan untuk memperkecil volume B3 namun saat melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar gas beracun hasil pembakaran tidak mencemar udara. Insinerasi mempunyai banyak manfaat untuk pengolahan berbagai jenis sampah seperti sampah medis dan beberapa jenis sampah berbahaya di mana patogen dan racun kimia bisa hancur dengan temperatur tinggi. Insinerasi sangat populer di beberapa negara seperti Jepang dimana lahan merupakan sumber daya yang sangat langka.Denmark dan Swedia telah menjadi pionir dalam menggunakan panas dari insinirasi untuk menghasilkan energi.

3.Bioremediasi adalah penggunaan bakteri dan mikroorganisme lain untuk mendegradasi/mengurai limbah B3. Saat Bioremediasi terjadi,enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorgnisme memodofikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut,sebuah peristiwa yang disebut biotransformasi.Pada banyak kasus biotrensformasi berujung pada biodegradasi,dimana polutan beracun terdegradasi,strukturnya menjadi tidak kompleks,dan akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan tidak beracun.Dan vitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk mengabsorbsi dan mengakumulasi bahan-bahan beracun dari tanah. Kedua proses ini sangat bermanfaat dalam mengatasi pencemaran oleh limbah B3 dan biaya yang diperlukan lebih murah dibandingkan dengan metode kimia atau fisik.Kekurangannya kedua proses tersebut merupakan proses alami sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk membersihkan limbah B3,terutama dalam sekala besar.

Mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh limbah B3 yang sangat mengerikan,hendaknya kita lebih waspada lagi dalam menjaga lingkungan kita agar kita terbebas dari bahaya limbah B3.setelah kita mengetahui Karakteristik dan Cara Pengelolaan Limbah B3 diharapkan agar kita dapat mengolah limbah dengan cara yang benar sehingga tidak merusak alam tercinta ini.

Author: Uswatun Nakiyah Title: Karakteristik dan Cara Pengelolaan Limbah B3 Rating: 4.5
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
100% Gratis | No Spam | Email Terlindungi | Pemberitahuan Langsung dari Google
smart-edu

Populer Lainnya : Karakteristik dan Cara Pengelolaan Limbah B3

0 comments:

Post a Comment